Herbal kanker, banyak pasien sembuh.




Herbal kanker, banyak pasien sembuh.


Ternyata ada juga herba yang mampu berperan sebagai imunomodulator bagi penyakit kanker. Salah satunya adalah :

Kulit jeruk
kulit jeruk. Material tersebut berpotensi sebagai agen imunomodulator untuk menekan penurunan sistem kekebalan tubuh akibat efek kemoterapi. Tambahan informasi, kulit jeruk purut mengandung flavonoid cukup tinggi.
Guna membukti keampuhannya, digunakan hewan uji tikus yang telah diinduksi doxorubicin. Zat kimia ini (doxorubicin) kerap digunakan pada pengobatan kemoterapi. Sayangnya, dalam beberapa kasus, zat ini kerap menimbulkan efek samping. Seperti kerontokan rambut dan penurunan sistem imun.
Namun berkat asupan ekstraksi kulit jeruk purut, penurunan jumlah sel darah putih, limfosit, dan neurtoril, mampu diminimalkan. Artinya, penurunan sistem imunitas tubuh bisa ditekan. Keampuhannya itu tak terlepas dari kandungan naringenin dan hesperidin (keduanya masuk dalam golongan flavonoid, red) dalam kulit jeruk purut. Zat tersebut berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas metabolisme doxorubicin.

Keladi Tikus
Keladi tikus adalah herba lain yang patut dikedepankan sebagai agen imunomodulator. Berdasarkan penelitian, ekstrak heksan keladi tikus bersifat sitotoksik terhadap P388 murine leukemia. Bahkan pada beberapa fraksi heksan sejenis dan diklorometan, dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan NCL-H32 kanker paru secara nyata.
Penelitian lainnya menunjukkan, keladi tikus mampu berperan sebagai imunomodulator. Seperti terlihat pada tikus yang tengah menjalani kemoterapi cyclophosphamide (CPA). Hasil pemberian ekstrak keladi tikus, terbukti meningkatkan kembali tingkat proliferasi limfosit akibat pemberian CPA.

Lidah Buaya
Lalu ada Aloe vera alias lidah buaya. Tumbuhan ini terkenal sebagai imunomudulator karena kemampuannya meningkatkan aktivitas antikanker pada pengobatan menggunakan melatonin. Penelitian lainnya memperlihatkan, ada peningkatan maturasi sel limfosit T helper CD4+ menjadi Th 1. Tak hanya itu, imunitas non-spesifik pun meningkat. Tandanya? Dengan menilik meningkatnya sintesis sitokin. Itu artinya, ekstrak Aloe vera dapat dipakai untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus yang bersifat intraseluler.


Kunir Putih
Imunomodulator lain bisa berasal dari meniran dan kunir putih. Kedua ekstrak tanaman telah dicobakan pada mencit dan ternyata mampu memperbanyak jumlah limfosit, meningkatkan toksissitas sel pembunuh kanker, dan sintesis antibodi. Dengan karakter seperti itu, keduanya mampu menguatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan birus maupun sel kanker.

Tapak dara
Tapak Dara. Tetumbuhan ini mengandung 2 senyawa golongan alkaloid vinka. Yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker. Selain itu, tapak dara mengandung alkaloid catharanthin. Jika senyawa ini terserap ke dalam sel kanker, diperkirakan bakal mampu meluruhkan inti sel kanker tersebut.

Mangga
Lalu ada juga mangga. Kandugan mangiferin di dalam buah ini terbukti mampu menghambat aktivasi nuclear factor kappa dan sanggup meningkatkan kadar enzim GCH dalam sel. Dengan begitu, mangga secara tak langsung mampu meningkatkan potensi agen kemoterapeutik.
Sementara dari golongan buah-buahan, jangan sepelekan mengkudu. Buah ini terkenal sebagai pendongkrak sistem kekebalan tubuh. Perannya sebagai imunomodulator tak terlepas dari tingginya kandungan polisakarida dalam buah tersebut. Zat tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, mengkudu pun berperan besar sebagai antibakteri, antitumor, analgesik, dan antiinflamasi.

Baca Juga :
Solusi Gempur Kanker Kronis.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Herbal kanker, banyak pasien sembuh."

Catat Ulasan